Sekolah Sabat, 16 Mei "Tuhan Menyediakan"
16 Mei, Hari Senin
Tuhan
Menyediakan
Bacalah Kejadian 22: 8, 14, 18. Bagaimanakah Tuhan
memenuhi Janji-Nya bahwa Dia akan menyediakan? Apakah yang disediakan?
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ketika Ishak
bertanya tentang domba untuk korban bakaran, Abraham memeberikan jawaban yang
menarik: Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya
(Kej. 22: 8). Namun, bentuk kata kerja Ibrani sebenarnya dapat berarti “Allah
akan menyediakan diri-Nya sebagai anak domba.” Kata kerja “Menyediakan” (yir’eh
lo) digunakan dengan cara yang dapat berarti “Menyediakan diri-Nya” (atau
secara harfiah, “melihat diri-Nya”).
Jadi, apa
yang diperlihatkan kepada kita disini adalah inti dari rencana keselamatan,
dengan Tuhan sendiri menderita dan membayar di dalam diri-Nya sendiri hukuman
atas dosa-dosa kita.
Bacalah Yohanes 1: 1-3 dan Roma 5: 6-8. Bagaimana
ayat-ayat ini membantu kita memahami apa yang terjadi di Salib, yang
digambarkan sebelumnya dalam pengorbanan di Bukit Moria ini?
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Di sana, di
Bukit Moria, jauh sebelum salib, anak domba jantan “yang tanduknya tersangkut
dalam belukar” (Kej. 22: 13) menunjuk langsung kepada Yesus. Dialah yang “terlihat”
di sini, seperti yang di jelaskan oleh Abraham, “Di atas gunung Tuhan, akan
disediakan” (Kej. 22: 14). Yesus sendiri telah menunjuk pada perkataan nubuat
Abraham disini, ketika Dia berkata, menggemakan pernyataan Abraham: “Abraham
bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia
bersukacita” (Yoh. 8: 56)
“Adalah untuk
meniggalkan kesan kepada pikiran Abraham dengan kenyataan dari Injil,
sebagaimana juga untuk menguji imannya, bahwa Allah telah memerintahkannya
untuk menyembelih anaknya. Kesedihan yang ia derita selama hari-hari ujian yang
gelap dan hebat itu, dibiarkan terjadi kepadanya agar dia dapat mengerti dari
(pengalamannya sendiri) suatu mengenai kebesaran dari pada pengorbanan yang
diadakan oleh Allah, yang mahakuasa untuk penebusan manusia”—Ellen G. White,
Alfa dan Omega, jld. 1, hlm. 173
Bagaimanakah yang terjadi disini membantu
kita lebih memahami apa yang terjadi di kayu salib dana apa yang telah Allah
derita demi kita? Bagaimanakah seharusnya tanggapan kita terhadap apa yang
telah dilakukan untuk kita?
Jika saudara memiliki pertanyaan untuk di diskusikan boleh di sampaikan
ReplyDelete