Sekolah Sabat, Jumat 13 Mei, PENDALAMAN
Jumat 13 Mei
Pendalaman: Bacalah Ellen G. White, “Hukum dan
Perjanjian,” hlm. 430-433, dalam buku Alfa dan Omega, Jld 1.
Kesabaran
Abraham dan permohonan yang teguh kepada Tuhan atas nama orang-orang Sodom
(Kej. 18: 22-23) harus mendorong kita untuk berdoa bagi yang jahat. Meskipun mereka
tampaknya berada dalam kondisi dosa tanpa harapan. Lebih jauh, tanggapan penuh
perhatian Tuhan atas desakan Abraham, dan kesediaan-Nya untuk mengampuni hanya
demi “sepuluh” orang benar adalah konsep “revolusioner”, seperti yang
ditunjukan oleh Gerhard Hasel:
Dengan cara yang sangat revolusioner,
pemikiran kolektif lama, yang menjatuhkan hukuman kepada anggota yang tidak
bersalah karena terkait dengan yang bersalah, telah di ubah menjadi sesuatu
yang baru: kehadiran orang benar yang sisa dapat memiliki fungsi melindungi
semua …. Demi umat sisa yang benar, Yahwe, did alam kebenaran [tsedaqah]
bersedia mengampuni kota yang jahat itu. Gagasan ini diperluas secara luas
dalam ucapan nubuatan Hamba Yahwe yang mengerjakan keselamatan ‘bagi banyak
orang” – Gerhard F. Hasel, The Remnant: The History and Theology of the Remnat
Idea From Genesis to Isaiah, edisi ke-3 (Berrien Springs, MI: Andrews
University Press 1980), hlm. 150, 151
“Semua orang
disekeliling kita adalah jiwa-jiwa yang sedang menuju kepada kehancuran,
sama-sama tidak berpengharapan serta mengerikan keadaannya, seperti yang
terjadi atas Sodom. Setiap hari pintu kasihan bagi beberapa orang yang telah
tertutup. Setiap jam beberapa orang pergi melewati jangkauan rahmat. Dan dimanakah
suara-suara amaran dan panggilan untuk mengajak orang diulurkan untuk menarik
mereka kembali dari kematian? Dimanakah tangan-tangan yang dengan rendah hati
dan dengna iman yang teguh memohon kepada Allah bagi orang berdosa? Roh Abraham
adalah ro Kristus. Anak Allah itu sendiri telah membayar harga tebusannya
mengetahui nilai jiwa manusia” – Ellen G White, Alfa dan Omega, jld. 1 hlm. 156
Pertanyaan-Pertanyaan untuk diskusi :
1.
Hanya pelangi dan sunat yang disebut “tanda
perjanjian”. Apakah sajakah poin yang sama dan berbeda dari antara keuda
perjanjian itu?
2.
Meskipun dipanggil oleh Tuhan, dan meskipun
sering digunakan dalam perjanjian Baru sebagai contoh tentang apa artinya hidup
oleh iman, Abraham terkadang goyah. Pelajaran apakah yang harus kita pelajari
dan tidak pelajari teladannya?
3.
Beberapa orang menentang gagasan bahwa Tuhan
akan menghukum yang terhilang, mengatakan bahwa tindakan ini akan bertentangan
dengan Kasih Tuhan. Bagaimanakah kita, sebagai orang yang percaya bahwa, ya,
Tuhan akan menghukum mereka yang terhilang, merespon terhadap argument bahwa
Dia tidak akan menghukum mereka?
Comments
Post a Comment